Definisi Penyakit Sinusitis, Gejala dan Mengobatinya - AEONDAY.COM

Monday, April 27, 2020

Definisi Penyakit Sinusitis, Gejala dan Mengobatinya

Definisi Penyakit Sinusitis, Gejala dan Mengobatinya


Definisi Penyakit Sinusitis

aeonday.com - Penyakit Sinusitis adalah peradangan dinding sinus yang merupakan rongga kecil yang penuh dengan udara dan terletak di struktur tulang wajah. Ketika terinfeksi, rongga diisi dengan lendir dan pembengkakan selaput lendir, sehingga membuat sumbatan. Sinusitis dibagi menjadi 2, yaitu akut dan kronis (lebih dari 12 minggu).
Pengelompokan sinusitis itu sendiri berdasarkan durasi gejala. Selain itu, berdasarkan penyebab sinusitis adalah umum paling dan paling umum, disebabkan oleh bakteri dan virus. Jika sinusitis disebabkan oleh virus, sinusitis akan menjadi penyakit menular.

Definisi Penyakit Sinusitis, Gejala dan Mengobatinya

Faktor risiko untuk Penyakit Sinusitis

Ada berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang dapat dipengaruhi oleh sinusitis, antara lain sebagai berikut:
  1. Kelainan struktur atau bentuk hidung, seperti polip pada hidung atau nasal septum deviasi.
  2. masalah pernapasan yang disebabkan oleh sensitivitas terhadap obat jenis tertentu.
  3. Penderita asma, penderita asma rentan untuk terkena sinusitis kronis.
  4. paparan berlebihan terhadap asap rokok dan dalam jangka panjang.
  5. gejala alergi yang terjadi bagi sebagian orang.

Penyebab Penyakit Sinusitis

Kondisi yang dapat menyebabkan sinusitis meliputi antara lain:
  1. Flu (flu).
  2. Alergi rhinitis.
  3. Polip pada hidung.
  4. Deviasi septum (bengkok tulang hidung).
  5. Gejala yang disebabkan oleh alergi bagi beberapa orang.

Gejala Penyakit Sinusitis

Gejala sinusitis akut meliputi:
  1. Nyeri pada wajah yang memburuk pada saat menunduk kebawah.
  2. Adanya cairan kental berwarna Kuning kehijauan dari hidung atau belakang tenggorokan.
  3. Hidung tersumbat yang menyebabkan kesulitan bernapas.
  4. Tekanan pada telinga.
  5. Sakit kepala.
  6. Batuk.
  7. Bau bau mulut.
  8. Kelelahan.
  9. Demam.
Sementara itu, beberapa gejala sinusitis kronis meliputi:
  1. Adanya cairan kental berwarna Kuning kehijauan dari hidung dan belakang tenggorokan.
  2. Hidung mampet serta nyeri wajah.
  3. Kesulitan bernafas seperti orang normal.
  4. Sakit pada telinga.
  5. Nyeri pada rahang atas dan gigi.
  6. Batuk.
  7. Sakit tenggorokan.
  8. Bau mulut.
  9. Mudah merasa lelah.
  10. Mual.

Diagnosis penyakit sinusitis

Dokter akan memeriksa hidung dan nyeri pada wajah serta akan diperiksa ke hidung. Selain itu, metode lain untuk melakukan diagnosis sinusitis juga dapat dilakukan dengan berbagai berikut:

1. Hidung endoskopi

Sebuah tabung fleksibel (endoskop) yang tipis dengan cahaya serat optik dimasukkan melalui hidung untuk melihat struktur dan kondisi hidung.

2. Studi pencitraan

Penggunaan MRI atau CT scan dapat menunjukkan struktur sinus dan daerah hidung secara rinci. Meskipun tidak dianjurkan untuk sinusitis akut tanpa adanya sebuah komplikasi, namun studi pencitraan membantu mengidentifikasi kelainan atau komplikasi yang dicurigai.

3. Kultur Hidung dan Sinus

Tes laboratorium umumnya tidak diperlukan untuk mendiagnosa sinusitis akut. Namun, ketika kondisi tidak merespon pengobatan atau bahkan lebih buruk, kultur jaringan untuk membantu menentukan penyebabnya, seperti infeksi bakteri.

3. Melakukan Tes alergi

Jika pemicu pengidap sinusitis akut merupakan penyebab dari alergi, dokter akan menyarankan melakukan tes kulit alergi. Tes kulit yang aman dan cepat serta membantu untuk menentukan alergen yang bertanggung jawab untuk hidung flare-up.

Pengobatan penyakit sinusitis

Pengobatan sinusitis yaitu meliputi sebuah semprotan salin ke are rongga hidung, ini berutujuan untuk membersihkan bagian rongga hidung, hidung kortikosteroid bertujuan untuk meredakan peradangan, dekongestan sendiri bertujuan mengurangi kemacetan, dan antinyeri merupakan sebuah obat untuk menghilangkan rasa sakit pada bagian wajah atau bagian kepala. Jika sinusitis parah, gigih, dan juga progresif, diperlukan antibiotik sebagai tindak pengobatan harus dilakukan. sinusitis bakteri yang ringan sembuh tanpa antibiotik.
Prosedur non-medis meliputi istirahat, mengkonsumsi banyak cairan, melembabkan rongga hidung dengan menempatkan handuk hangat pada wajah atau menghirup uap, dan tidur dengan beberapa bantal, sehingga kepala lebih tinggi dari tubuh dengan tujuan memfasilitasi pengosongan sinus.

Pencegahan penyakit sinusitis

Pencegahan cenderung mirip dengan pengobatan non-medis. Selain itu, dianjurkan untuk menghindari penyebaran infeksi pernafasan karena dapat menyebabkan sinusitis.
Comments


EmoticonEmoticon